Aku tak sempat menuliskan isi kepalaku agar bisa kau baca..
Dengan gampangnya kau memutuskan tanpa percakapan..
Kau yang menghampiri ku,
Kau yang menjelaskan karakterku,
Kau yang memberi arahan dalam mengembangkan pola pikirku,
tapi kau juga yang buang aku ?
Kau bicara terlalu banyak..
Seakan aku tak punya kesempatan untuk bicara
sekali aja, atau sekali lagi..
Sudah kubilang,
Aku masih bodoh dalam memahami..
Tapi bukan berarti aku tak punya naluri.
Kalau kau memang orang yang merugi,
Kau yang lebih dulu kuakhiri
Aku memintamu datang..
Karena aku meminta..
Agar aku punya kesempatan,
untuk mencoba seperti dirimu..
Setidaknya, sampai pada kemampuanku..
Atau setidaknya, sekali lagi..
Komentar